Archive for the Story Category

Kring.. kring..Gowes gowes

Posted in namakuananda, Story, transportasi with tags , , , on 28 Juni 2011 by namakuananda

Minggu pagi 26 Juni 2011 selapas  subuh, sinar sang fajar  masih malu-malu menyapa bumi Bintara ketika seribumi  di bekap embun, angin semilir terasa  sejuk di badan. Sepeda pancal (bukan motor) di garasi rasanya sudah tak kuasa menungguku, haiyaah… arep nang ndi toh (mau kemana).

Kaos Jersey (kaos olah raga yang dapat menyerap keringat dan adem), short (celena pendek untuk bersepeda) + arm cooler (mirip yang di pakai muslimah untuk menutupi lengan tangan) sudah melekat di badan.  Minuman, roti, handuk kecil sudah siap di ransel, saatnya cek sepeda pancal:  saddle seat (jok sepeda) ditinggikan sesuai kaki yang semampai, rantai + gear di semprot dulu pake minyak pelumas, isi air putih di bottle buat syarat biker,  tak lupa warming up sambil ngemil. 1,2,3 … Go West. Baca lebih lanjut

Aku Hanyalah Supir Angkot

Posted in namakuananda, Story with tags , , on 24 Juni 2011 by namakuananda

Jumadi. Semenjak kecil aku dipanggil Jumadi. Padahal, nama pemberian emak dan bapak sampai detik ini tak pernah berubah, Khairil Jumadi Anwar. Bapak orangnya nyeni, makanya namaku di-embel-embeli Khairil Anwar, oalaah Jumadi ….Jumadi. Hanya tamatan  SMP, tapi aku tetap bersyukur masih bisa menuntaskan sekolah menengah kala itu dengan hasil keringat sendiri. Ketika teman sebaya masih bisa bermain sepak bola, bermain game nitendo, aku malah berkeliling kampung ‘tuk menjajakan gethuk buatan emak. Keringat yang menetes di setiap jejak langkah kaki membuatku semakin tegar, bahwa hidup harus terus berusaha, ihktiar dan tak lupa doa yang tulus selalu terucap. Baca lebih lanjut

Nakalnya Anak-anak

Posted in Manajemen Diri, namakuananda, Story with tags , , , on 11 Juni 2011 by namakuananda

Selepas subuh dipertengah bulan puasa/ramadhan, 5 bocah seusia sepuluh tahunan sudah bersiap-siap mengisi waktu libur di hari minggu dengan bersepeda, tampak berderet sepeda mini, BMX dan modif mereka. Rencana awal bersepeda hanya seputar kota Surabaya. Seperti biasa tempat yang mereka sukai adalah taman kota, Kotamadya Surabaya, Taman Bungkul sebuah taman di tengah kota yang juga tempat berkumpulnya para biker Surabaya dan penggemar sepeda onthel. Tapi hari itu mereka berencana sedikit menjelajah di pinggiran Kota Surabaya, akhirnya berlima sepakat di pililah Bandara Juanda sebagai TKP yang berjarak kurang lebih 30 km. Baca lebih lanjut

Satpam Parkiranku Bernama Akismet

Posted in Manajemen Diri, namakuananda, Story with tags , , , , , on 29 Mei 2011 by namakuananda

Rumah tanpa pintu, dapat di deskripsikan bahwa bangunan itu sengaja di desain tanpa tembok dan sekat seperti layaknya gazebo, angkringan, orang bisa tidur-tiduran dimana saja, angin dapat bebas masuk dari segala penjuru. Padahal untuk dapat dikatakan bahwa bangunan itu sebuah rumah adalah paling tidak harus memiliki kamar/ruangan. Dalam KBBI dijelaskan bahwa pintu adalah tempat untuk masuk dan keluar. Pintu sebuah rumah seperti halnya dengan pintu mobil, Fungsi pintu itu dapat berperan sebagai penjaga privacy /hal yang bersifat pribadi yang menghubungkan antar ruangan di dalam rumah, begitu juga dengan pintu mobil sebagai pengaman bagi pengendara. Lain halnya dengan Bus tanpa pintu supir. Baca lebih lanjut

Sedia Payung Sebelum Ke Bogor

Posted in namakuananda, Story with tags , , , , , , on 27 Mei 2011 by namakuananda

Sedia payung sebelum ke Bogor. Lho kok? Kenapa ke Bogor harus sedia payung?

Dari sononya, Bogor disebut Kota Hujan/Rain City. Kota yang terletak di kaki Gunung Gede dan Salak ini udaranya relatif sejuk. Di Daerah Arco – Sawangan saja udaranya masih bersahabat, padahal daerah ini sudah mendekati perbatasan Jakarta-Depok-Bogor. Polusi udaranya masih dapat ditangkis dengan pepohonan nan hijau,  apalagi jika berada di kawasan Puncak, Gunung Bunder, Gunung Pancar,  udaranya semakin terasa di tulang.

Kota Bogor, Jawa Barat dengan Kota Malang, Jawa Timur kelembaban udaranya beda tipis. Keduanya  mempunyai kandungan hujan orografi   yang disebabkan di sekitar Kota itu dikelilingi Gunung/pegunungan. Jika Kota/kabupaten Bogor dikelilingi Gunung Salak dan Gede, Kota/Kabupaten Malang di kepung Gunung Arjuno, Kawi, kelud dan Semeru. Baca lebih lanjut

Membelah Malam

Posted in namakuananda, renungan, Story with tags , on 25 Mei 2011 by namakuananda

Langkahnya seolah membelah malam. Berjalan santai menjejakkan kaki tak kenal ragu. Dinding kaca lorong pub  memantulkan sosok nan seksi  – energik.  Sederhana tapi elegan.  Berbalut One piece dress warna tanah  dengan garis merah kombinasi hitam melengkung tepat di garis tangan terlihat semakin  catchy. Lorong temaran malam tak kuasa memandang garis feminisme yang tersirat. Baca lebih lanjut

Wong Kampung Numpak Kapal Mabur

Posted in Manajemen Diri, namakuananda, Story, transportasi with tags , , , on 23 Mei 2011 by namakuananda

Judul di atas dapat diartikan, Orang kampung naik pesawat terbang.

Dulu sewaktu kecil ketika melihat pesawat terbang melintas di atas perkampungan rasa hati ini senang banget, gag tahu mengapa, apalagi melihat pesawat jet yang tinggi di atas awan mengepulkan asapnya membentuk gumpalan awan yang membekas. Tangan melambai-lambai, dada-dada, pokoknya senang banget ,padahal sang pilot tak melihat kita yang berada di bawah.

Beberapa tahun silam, “Gama takut naik pesawat ya?”. Kalimat inilah yang selalu mengiang dan kadang lucu terdengarnya ketika mau naik pesawat. Saat itu Si Bos menawarkan perjalanan udara dari Jakarta – Surabaya untuk sekedar daftar tender pengadaan Mobil Pemadam kebakaran keesokan harinya.  Bukannya aku menolak jalan udara dan memilih jalan darat,  akan tetapi jalan udara pasti lebih ribet, membutuhkan administasi yang lengkap, missal KTP. Nah inilah mengapa aku pilih jalan darat , naik Bus malam dari Bogor ke Surabaya ketimbang jalan udara, judulnya ketika itu : aku tanpa identitas, tahu diri sebelum  kepental di bandara. Toh kalau naik bus sampainya juga pagi hari, masih ada waktu untuk rehat sebentar. Akhirnya Si Bos memahami diriku yang asli  Bonek Suroboyo walau alasan tanpa identitas tak ku ceritakan.  Jo lali yo KTP ki perlu gae mabur  (jangan lupa ya, KTP itu perlu buat terbang ) hehehe… Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: