Arsip untuk masyarakat

Aku Hanyalah Supir Angkot

Posted in namakuananda, Story with tags , , on 24 Juni 2011 by namakuananda

Jumadi. Semenjak kecil aku dipanggil Jumadi. Padahal, nama pemberian emak dan bapak sampai detik ini tak pernah berubah, Khairil Jumadi Anwar. Bapak orangnya nyeni, makanya namaku di-embel-embeli Khairil Anwar, oalaah Jumadi ….Jumadi. Hanya tamatan  SMP, tapi aku tetap bersyukur masih bisa menuntaskan sekolah menengah kala itu dengan hasil keringat sendiri. Ketika teman sebaya masih bisa bermain sepak bola, bermain game nitendo, aku malah berkeliling kampung ‘tuk menjajakan gethuk buatan emak. Keringat yang menetes di setiap jejak langkah kaki membuatku semakin tegar, bahwa hidup harus terus berusaha, ihktiar dan tak lupa doa yang tulus selalu terucap. Baca lebih lanjut

Iklan

[ Unik ] Logo World Environment Day

Posted in artikel, desain grafis, namakuananda, pendidikan with tags , , , , on 7 Juni 2011 by namakuananda

Bagaimana bisa melihat hutan  jika pohon/tananam saja tidak terlihat di sekitar kita? Planet ini sudah tua, konon usianya sudah mencapai 4.5 milar tahun. Semakin hari beban yang di pikulnya semakin berat, sudah banyak contoh; penebangan hutan secara liar, mengganti area hutan menjadi lahan pertanian, jalur hijau diperkotaan dipangkas hanya untuk menampung mobil-mobil mewah hmmm…., hanya manusialah sebagai penghuni dan makhluk  yang paling sempurna diantara makhluk ciptaanNya yang  bisa meringankannya. Minggu, 5 Juni 2011 sebagai puncak Hari lingkungan Hidup Sedunia diperingati berbagai kalangan individu dan kelompok dengan bermacam-macam kegiatan ; bekerja bakti di lingkungan setempat, Penanaman pohon, sepeda sehat, workshop dan seminar, pameran tentang Lingkunga Hidup dan berbagai aktifitas lainnya untuk menyelamatkan bumi, save our planet. Baca lebih lanjut

Jangan Biarkan Yang Terpencil Kian Terkucil

Posted in namakuananda, pendidikan, Tak Berkategori with tags , , , , , , , on 14 Mei 2011 by namakuananda

Melek Internet, Sudah saatnya

Bagi masyarakat di kota metropolitan, internet sudah bukan barang asing lagi, mulai bocah sampai si mbah sudah mengenal internet. Media yang digunakannyapun berbagai macam; IPhone, Lepi Wifi/modem, HP bahkan TV kabelpun mulai exis bergerilya.  Tapi, bagaimana dengan masyarakat yang berada di tempat yang belum terjangkau  jaringan internetnya?

Untuk menjawab harapan masyarakat akan layanan internet, pemerintah, dalam hal ini Direktorat Aplikasi Telematika yang bekerjasama dengan Badan Informasi Publik (BIP) Kementerian KOMINFO untuk mengatasi melek internet kepada masyarakat yang berada di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah perintisan, daerah perbatasan, dan daerah yang tidak layak secara ekonomis, serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan Telekomunikasi di tanah air ini dengan meluncurkan MLIK, Mobil Layanan Internet Kecamatan. Pada bulan ini, MLIK sudah siap diluncurkan, Walau bencana 11 Maret  2011 di Jepang timur laut sedikit mempengaruh pengadaan unit kendaraan. NB; Unit yang dipakai adalah  chasis Toyota 110 ST, Hino Dutro dan Isuzu NHR 55. Chasis inilah yang juga dipergunakan Mobile Community Accses Point (M-CAP) atau lazim disebut internet mobil bergerak sebagai generasi pertama sebelum M-LIK. Baca lebih lanjut

Sekarang [2 Mei] Hari Pendidikan Nasional [ya]?

Posted in namakuananda, pendidikan, renungan with tags , , , on 2 Mei 2011 by namakuananda

Ya,  tulisan ini di poskan di penghujung malam, sedikit refleksi mudah-mudahan tidak bias . Sudah berapa tahun Hari Pendidikan di negeri ini diperingati? Haiiyah… kok malah nanya toh yo 🙂

Sepertinya tidak sedikit orang yang lupa bahwa hari ini lahirnya tokoh nasional Ki Hajar Dewantara (baca; Sunda), Ki Hajar Dewantoro (woco; Jowo), betul…tidak?  dan  Esok hari, 3 Mei adalah hari ke-123 (124 di tahun kabisat). Hanya sekedar mengingatkan dengan ilmu gathok (baca: cocok/pas) bahwa biasanya  angka 1, 2, 3 digunakan sebagai aba-aba/tanda untuk melaksanakan perintah. Tanda untuk apa? Tanda tanya? Hehehe…. Baca lebih lanjut

Pintu Supir Mobil Bus Ditiadakan

Posted in artikel, transportasi with tags , , , , , , , , , , , , , , , on 17 April 2011 by namakuananda

Baru nyadar kalo tulisan Pintu Supir Mobil Bus Ditiadakan di blog kontrakan  Repost di kaskus, ya beginilah kalo kontrakan jarang di tongkrongin. It’s woukeey mas bro 🙂

Pernahkah anda menjumpai atau naik mobil bus tidak berpintu sopir? Mengapa pada bagian pintu kanan depan, tepatnya pada pintu sopir ditiadakan? Memang aneh keliahatannya. Semua itu bercermin kepada Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Tentang Peniadaan Pintu Keluar Bagi Pengemudi No. AJ.4G3/4/1A/DRJD/2007. Isi himbauan itu adalah : Dalam rangka meningkatkan bentuk tanggung jawab pengemudi bus dalam mengemudikan kendaraannya sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan penumpang, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut : Baca lebih lanjut

Tanpa Halaman Depan

Posted in Manajemen Diri, namakuananda, renungan, Story with tags , on 6 Februari 2010 by namakuananda

Pak  Parjo yang dianggap sesepuh kampung oleh warga ternyata tidak ‘mbelezet’, sesepuh berarti menjadi orang tua yang bisa menjadi teladan bagi warganya. Tidak pernah nampak raut wajahnya yang sudah berumur itu setua umurnya. Sumringah dan grapyak kepada semua tetangga bahkan orang yang baru dia kenal, menandakan kematangan jiwa yang sudah terasah sekian tahun. Hidup yang sederhana dan tidak neko-neko  membuat warga menjadi respek dan sangat menghormatinya. Pak Parjo, begitulah beliau.

Gotong royong sebagai symbol kekeluargaan dan saling membantu kepada sesama selalu ditunjukkan beliau dengan sikap tanpa banyak bicara. Ringkes dan trengginas, cekatan dalam bertindak.  Selalu mendengarkan pembicaraaan  dengan penuh pengertian tanpa sesekali memotong pembicaraan orang lain dan ketika  diminta pendapat , beliau selalu berbicara santun, tidak keras namun suara lirih itu selalu terdengar dengan jelas. Pak Parjo pernah bertutur,”Memang gampang memberi nasehat, tapi jika kita tidak pernah melakukannya seperti yang kita ucapkan, tak seorangpun akan memperhatikan kita.” Tanpa pernah membandingkan dengan orang lain, beliau memang sesepuh yang penuh pengertian. Menghormati pendapat orang lain walau berbeda dengan sikapnya dan selalu mengendalikan dari rasa angkuhnya dan menjalani seperti yang beliau ucapkan. Pak Parjo.

Tutur kata yang santun, tanpa di lebih-lebihkan dan dikurangi, selalu hadir di setiap pertemuan atau hanya sekedar obrolan ringan. Tak pernah berdebat dan membuat persoalan menjadi berbelit, karena Pak Parjo sadar akan usianya yang sudah uzur. Tak ada yang menang dalam berdebat, kawan menjadi lawan dan mungkin juga cinta berubah menjadi ketidakpedulian karena rasa kecewa yang dalam di setiap kalimat yang terlontar dalam berdebat ataupun argumentasi. Hari ini kita merasa menang dalam berdebat/argumentasi tapi esok hari apa iya argumentasi itu berlogika cerdas. Belajar mendengarkan  orang lain, itulah sosok Pak Parjo.

Kritik, bukan mencari kesalahan orang lain jika memang hal yang dianggap keliru selalu diterabas dilakukannya tuk sekedar menjalakan proses tukar gagasan/pesan. Komunikasi cerdas Pak Parjo sangat elegan, seumuran beliau rentan terhadap kalimat menyudutkan, kasar dan bahkan berbau SARA, tapi beliau selalu tersenyum dan menanggapinya dengan pengalaman hidupnya. Sebagai manusia,  sakit hati juga dirasakannya tapi tak ada guna, suara yang terlontar hanyalah getaran yang tertangkap di indera pendengaran kita. Tak ada suara yang buruk, mungkin hati kita yang menerima sinyal itu dan mengolahnya menjadi sesuatu yang kurang  baik.

Pak Parjo. Kita, Kami,  itulah kata yang sering terdengar di setiap pembicaraannya. Jarang sekali kata ‘Aku’ atau ‘Saya’  terucap di setiap pembicaraannya. Beliau selalu melibatkan orang lain dalam berbicara, kalopun terucap kata ‘Saya’, beliau bercerita  sesuatu yang sangat pribadi . Karena beliau menganggap, kehidupan ini tak akan lepas dari orang lain. Karena pengertiannyalah, Pak Parjo mengabdi di kampung sekian tahun tanpa terucap kata yang angkuh dan kesan menonjolkan diri. Pengabdian dan keikhlasan beliau  bisa di lihat dari sikap, tutur kata dan hati yang tulus dalam keseharian. Pak Parjo tidak butuh ketenaran dan sanjunagan, beliau hanya butuh kedamaian di kampung dan cinta sesama.

Tanpa Halaman Depan hanyalah cerita fiktif, kurang lebihnya mohon maaf ya Pak Parjo 🙂

Ayo Sekolah Rek…

Posted in artikel, pendidikan with tags , , , , , , , on 12 Juli 2009 by namakuananda

Hanya beda beberapa menit, jumlah nominal satu juta enam ratus ribu rupiah sangat berbeda nilainya. Mengapa sampai terjadi rentang atau gradasi nilai dalam jumlah nominal tersebut? Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: