Archive for the desain grafis Category

Kisah Kancil, Tawon dan Gudel dengan Satwa Lainnya Yang Hidup Berdampingan

Posted in desain grafis, namakuananda, pendidikan, transportasi with tags , , , on 19 Juni 2011 by namakuananda

[Bukan fabel]  Kancil, Tawon, dan Gudel, ketiga pemain ini berkarakter unik. Kancil dalam segala cerita di gambarkan sebagai binatang yang dikenal dengan sosok cerdik, lincah dan licik, mirip rusa tapi kecil; Tawon (bukan lebah), serangga terbang yang mempunyai mandibula untuk menggigit, kakinya berukuran sama, rambut tipis dan berbadan ramping. Gudel, sebutan untuk anak kerbau. Meski masih anak-anak, gudel mempunyai kulit yang keras dan tenaga ekstra dibanding binatang seangkatannya, sebut saja cempe (anak kambing), belo (anak kuda), pedet (anak sapi). Beda dengan kancil dan tawon, Gudel paling suka bermain di lumpur (air – tanah). Itulah sedikit gambaran ketiganya yang akan mewarnai cerita ini. Baca lebih lanjut

Antara Jakarta Fair dan Jakarta Swimfest

Posted in artikel, desain grafis, namakuananda, pendidikan with tags , , , on 12 Juni 2011 by namakuananda

Kala itu Bandara Kemayoran yang terletak di pusat kota sudah tidak dianggap relevan dan optimal lagi untuk pendaratan sebuah pesawat dikarenakan sekitar daerah Kemayoran, Jakarta Pusat sudah memulai tumbuh gedung bertingkat yang ditenggari dapat mengganggu lalu-lintas penerbangan. Dengan alasan mutualis tukar guling maka daerah bekas bandara ini dijadikan arena/lokasi pekan raya Jakarta, tepatnya  JIExpo (Jakarta International Exhibition). Selain digunakan untuk Jakarta Fair, untuk hari-hari biasa lokasi JIExpo digunakan sebagai ajang promosi/pameran bertaraf internasional. Baca lebih lanjut

[ Unik ] Logo World Environment Day

Posted in artikel, desain grafis, namakuananda, pendidikan with tags , , , , on 7 Juni 2011 by namakuananda

Bagaimana bisa melihat hutan  jika pohon/tananam saja tidak terlihat di sekitar kita? Planet ini sudah tua, konon usianya sudah mencapai 4.5 milar tahun. Semakin hari beban yang di pikulnya semakin berat, sudah banyak contoh; penebangan hutan secara liar, mengganti area hutan menjadi lahan pertanian, jalur hijau diperkotaan dipangkas hanya untuk menampung mobil-mobil mewah hmmm…., hanya manusialah sebagai penghuni dan makhluk  yang paling sempurna diantara makhluk ciptaanNya yang  bisa meringankannya. Minggu, 5 Juni 2011 sebagai puncak Hari lingkungan Hidup Sedunia diperingati berbagai kalangan individu dan kelompok dengan bermacam-macam kegiatan ; bekerja bakti di lingkungan setempat, Penanaman pohon, sepeda sehat, workshop dan seminar, pameran tentang Lingkunga Hidup dan berbagai aktifitas lainnya untuk menyelamatkan bumi, save our planet. Baca lebih lanjut

BW vs Full Color

Posted in desain grafis, fotografi, media pembelajaran, namakuananda, pendidikan, software, Story with tags on 21 Mei 2011 by namakuananda

Sekarang gambarnya berwarna ya mas, tidak seperti dulu; gambar mobilya hitam putih 🙂

Lembur ditemani kopi, OB kantor sudah mulai beres-beres, merapikan sejumlah meja dan mulai melantai. Berarti aku dan OB ceritanya sama-sama lembur.

Sebut saja Mang Asep, OB yang menemaniku di malam itu. Setelah pekerjaannya beres, sejenak dia duduk di sampingku, menghela nafas sambil melihat setumpukan kertas yang morat-marit, tidak rapi. Seorang OB pun terlihat profesional ketika melihat barang yang berserakan tak indah di pandang mata. Merapikan tumpukan kertas  satu per satu walau tak tahu apakah sejumlah kertas itu satu kesatuan/bagian dengan kertas yang tidak terpakai. Sambil merapikan kertas yang ada di meja, Mang Asep sedikit bercerita flash back; “Mas, sekarang enak ya, tinggal nge-print, tintanya dapat di isi ulang, gambarnya ada warnanya, kalo dulu gambar mobilnya masih hitam putih. Beli apanya tuh (maksud Mang Asep ; pena plotter) jauh sekali. Sekarang juga enak ada flesdis buat nyimpan lagu dan foto, kalo dulu boro-boro flesdis, mau foto saja harus cuci cetak dulu baru kelihatan gambarnya. Mas, kalo printer yang ini harganya berapa,”Tanya Mang Asep dengan lugunya? Sekilas cerita keinginan Mang Asep. Baca lebih lanjut

Kamera Saku, Siapa Takut?

Posted in desain grafis, fotografi, pendidikan, software, Story, tip dan trik with tags , on 19 Mei 2011 by namakuananda

Lho…lho..lho… foto busnya kok tidak ada rodanya. Waduh kacau, kan tidak lucu foto bus tidak ada rodanya. Ya, Era digital, Cukup mudah menggunakan kamera saku digital/ Compact Camera, tinggal jepret, jadi. Tapi njepretnya ya harus dengan perhitungan dan tidak asal jepret, jadi sih jadi, asal kameranya gag error hehehe….

Berawal dari permintaan customer untuk mengetahui progres report pengerjaan bus yang sudah berjalan 2 bulan yang semestinya dalam kurun waktu itu rekondisi bus sudah selesai. Untuk menginformasikannya cukup dengan mendokumentasikan bus yang siap delivery di area PDA. Karena kamera yang biasa aku gunakan agak rewel maka aku pinjam teman sekantor. Pocket pun tidak jadi masalah yang penting ada gambarnya dan jelas. Baca lebih lanjut

Softcopy atau pilih Sopkopi

Posted in desain grafis, namakuananda, pendidikan, software with tags , , on 9 Mei 2011 by namakuananda

Softcopy apa pilih sopkopi? Suatu pilihan yang gag jelas, ora transparant 😉

Sewaktu blogwalking ke blognya  tetangga ada suatu komen balik membuat diri ini mesam-mesem sendiri. Sebut saja cah lanang dan mbah Dipo.

Wah aku opo yo mbah, mbok ngampil softcopy-ne, mengko tak edit jenenge 😀 – wah apa aku ya mbah, bolehkan pinjam softcopy-nya, nanti aku edit namanya 😀

Sopkopi ki ra apik.. sop ojo dicampur kopi… rasane ngoyoworo… – Sopkopi itu tidak baik….(sayur) sop jangan dicampuri kopi…. rasanya tidak karuan)

Mbah…. mbok nyonto proposale..? – mbah… bolehkan mencontoh proposalnya…?

ojo nyonto.. ngeblat wae… – jangan mencontoh…. diduplikat (red; meniru gambar/teks dengan cara memberi kertas karbon di bawah kertas) saja… Baca lebih lanjut

Sketsa Rumah Si Mbah

Posted in desain grafis, software with tags , , , , , on 6 November 2010 by namakuananda

Hayoooo . . . . siapa tau penemu RUMAH? Jangan balik nanya ya? ”Rumah Siapa dulu?” hehehe  . . .

Meski manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak, Papan (dari : Sandang, Pangan, Papan) adalah salah satu kebutuhan pokok hidup yang “harus” dipenuhi. Jika di tilik dari urutannya, kata Papan sendiri disebut setelah kata Sandang (pakaian) dan Pangan (Makanan) yang berarti ….. hehehe . . . manusia “kudu” berpakaian  yang selayaknya, makan sesuai kebutuhan hidup dan setelah itu boleh memikirkan tetang Papan. Gimana, bener tidak?

Disebut Papan karena sama dengan kayu yang merupakan salah satu material untuk membuat rumah. Jika mungkin istilah ini muncul di jaman batu, sah saja mengatakan kebutuhan hidup manusia itu Sandang, Pangan, Batu.  Haiiyah . . . hehehe . . .kok gag enak kedengarannya ya. Dapat diartikan di sini bahwa kata Papan bisa disebut juga sebagai tempat tinggal dan perlindungan bagi manusia. Jadi, sebagai jawaban pertanyaan di atas, Siapa penemu RUMAH? Jawabnya adalah Tukang kayu atau si penebang kayu. Lho kok? Hehehe . . .Meminjam Hadist Nabi : ”Rumahku Istanaku”, sebagai tempat berkumpulnya keluarga ketika melakukan aktifitas dan tempat yang nyaman untuk relaksasi. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: