Laskar Pelangi [Save Our Movie]
Dikirim artikel, film, media pembelajaran, pendidikan dengan pengait kata (tags)akira kurosawa, bangka belitung, film indonesia, humaniora, indonesia, insan film, kebangkitan bangsa, laskar pelangi, senias, umum, undang-undang pada Mei 14, 2008 oleh namakuanandaMeski kalah (ditolaknya permohonan) Pengujian UU No. 8 tahun 1992 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), tentang perfilman terhadap UUD ’45, para pemohon yang tergabung dalam Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia (YMMFI) masih bisa tersenyum dan berikhlas diri. Baca selengkapnya hasil persidangan.
Beredarnya film-film lokal dengan genre tertentu saat ini memberikan angin segar pada masyarakat kita. Mulai dari Ayat-ayat Cinta sampai Tali Pocong Perawan. Bahkan film import yang sudah punya fans tersendiri mulai mencuri perhatian di kalangan pemirsa film kita. Untuk mengimbangi laju film import saat ini banyak sineas muda yang tampil beda untuk memunculkan pakem dalam membuat film. Bermula dari munculnya film Ada Apa Dengan Cinta, Jalailangkung garapan Jay Subijakto/Rizal dan yang terakhir Ayat-ayat Cinta besutan sutradara muda, mas Hanung.




